Kisah Keislaman Dan Kesederhanaan Sayyidini Umar Bin Khottab RA -->

Kisah Keislaman Dan Kesederhanaan Sayyidini Umar Bin Khottab RA

Tuesday, November 19, 2019

Ad1

Ad2

Kisah Keislaman Dan Kesederhanaan Sayyidini Umar Bin Khottab RA - Sayyidina Umat bin Khattab Ra tentunya pribadi yang luar bisa maka perlu kita contoh diantaranya keislaman dan kesederhanaannya.

Dalam kesempatan kali ini Wahidiyahdemak.com berusaha mensajikan tentang Keislaman Dan Kesederhanaan Sayyidini Umar Bin Khottab RA tidak tentang yang lain semisal : sayyidina umar bin khattab quotes, kisah sayyidina umar bin khattab lengkap, film sayyidina umar bin khattab, foto sayyidina umar bin khattab, biografi sayyidina umar bin khattab, sejarah sayyidina umar bin khattab, pedang sayyidina umar bin khattab, tulisan arab sayyidina umar bin khattab dan sebagainya tapi fokus tentang Kisah Keislaman Dan Kesederhanaan Sayyidini Umar Bin Khottab RA. semoga wahidiyahdemak.com pada kesempatan yang berbeda bisa mengupas semuanya. Baca JugaCerita Tambalan Baju Putra Amiril Mukminin Sayyidina Umar bin Khottob RA

Sayyidini Umar Bin Khottab RA
Sayyidini Umar Bin Khottab RA
Kisah Keislaman Dan Kesederhanaan Sayyidini Umar Bin Khottab RA

Dahulu sebelum Umar bin Khottob Rodiyallohu 'anhu masuk Islam, ia adalah musuh islam yang terbesar. Pernah berkeinginan hendak membunuh Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam, namun ketika akan mendatangi Rosululloh, ia mendengar kabar bahwa adiknya sudah masuk Islam. 

Mendengar kabar itu, ia sangat marah dan bergegas menuju rumah adiknya. Sesampai di rumah adiknya, Umar mengetuk pintu, “Siapa di luar ?” terdengar sahutan dari dalam. “Aku Umar bin Khottob, bukakan pintu” jawab Umar. 

Pada saat itu orang yang berada di dalam rumah sedang membaca Al-qur’an. Mendengar suara Umar, mereka diam dan bersembunyi.

Setelah pintu dibuka, masuklah Umar sambil berkata, “Kudengar engkau sudah berani meninggalkan agama leluhur, dan kini engkau masuk Agama Islam, Sekarang rasakanlah ini” sambil menampar wajah adiknya. 

Adiknya menangis tersedu-sedu karena tamparan Umar yang begitu kerasnya hingga mukanya mengeluarkan darah.

“Hai Umar ! pukullah …, ayo pukul lagi, berbuatlah sekehendak hatimu, aku sudah masuk agama islam, mau apa engkau?” jawab adiknya menantang.

Umar masuk dan duduk disebuah bangku, kemudian dilihatnya ada sebuah kitab di pojok ruangan “Apa itu ?” sambil menunjuk pada kitab itu. “Bawa kemari” perintahnya, Tidak boleh ! orang yang dalam keadaan tidak wudhu dilarang memegang kitab ini,” jawab adiknya. Karena Umar marah-marah, akhirnya kitab itu diberikan oleh adiknya kepada Umar.

Sayyidini Umar Bin Khottab RA Masuk Islam

Setelah membaca kitab tersebut sekilas, bergetarlah hati Umar. Seirama dengan alunan jiwanya, meluncurlah kalimah syahadat dari lisan Umar bin Khottob “Asyhadu alla ilaaha ilalloh wa asyhadu anna muhammadar rosululloh”

Setelah mendengar Umar bersyahadat, semua orang yang bersembunyi keluar dan serentak bertakbir, Bahagialah kau Umar, Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam pernah berdo’a seperti ini, “yaa Alloh, jayakanlah agama islam ini dengan masuknya salah seorang dari 2 jagoan itu, yakni Umar bin Khottob atau Abu Jahal” dan do’a Rosululloh mengenai pada dirimu, dan kami berharap kiranya engkaulah yang diterima oleh Allah Subhanahu Wata'ala dan terimalah ucapan selamat dari kami”

Kemudian Umar pergi menemui Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam, “Siapa itu ?” tanya orang dari dalam rumah Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam, “Aku Umar bin Khottob” Semua orang yang ada di dalam rumah tidak ada yang berani membukakan pintu. Baca JugaMahabbah Ali Bin Abi Thalib Rodliyallohu 'Anhu 

Kemudian Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam memerintahkan untuk membuka pintu. Ketika masuk, Umar didampingi oleh dua orang sambil dipengangi tangannya. “Lepaskanlah dia” perintah Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam, setelah Umar berada dihadapan Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam . Umar menyatakan masuk Islam dan mengucapkan dua kalimah syahadat.

Semua orang yang mendengarkan dua kalimah syahadat keluar dari lisan Umar bin Khottob menangis haru dan bahagia seraya bergema suara TAKBIR  menyambut keislaman Umar.

Dengan masuknya Umar dalam Islam berarti Agama Islam telah mempunyai tulang punggung yang kuat. Sebelum-nya umat Islam tidak berani melakukan ibadah secara terang-terangan, namun setelah Umar menggabungkan diri dengan Islam, Umar mengajak beribadah dan menyiarkan Islam secara terang-terangan. Umar bin khottob memang  terkenal  sebagai  seorang  yang sangat disegani dan ditakuti sebab keberaniannya.

Setelah datang perintah untuk berhijrah bagi kaum muslimin, ada yang melaksanakan hijrah dengan cara sembunyi  sembunyi namun ada juga yang secara terang-terangan. Dian-tara yang hijrah secara terang terangan tersebut adalah Umar bin Khottob. 

Sebelum hijrah ke Madinah, Umar bin Khottob mendatangi dahulu kepala-kepala Qurasy yang sedang berkum-pul dengan menghunus pedang di tangannya, seraya berkata “Saya hendak pergi berhijrah, barang siapa yang ingin ibunya kehilangan anaknya, siapa yang suka anaknya menjadi yatim, dan siapa yang mau istrinya menjadi janda, hadanglah saya besok.” Setelah berkata demikian Umar pergi meninggalkan mereka.

Umar bin Khottob menjadi Kholifah

Setelah Umar bin Khottob menjadi Kholifah menggantikan Abu Bakar Rodiyallohu 'anhu, pada suatu malam gelap gulita dan udaranya terasa dingin, Umar bersama sahabatnya yang bernama Aslam pergi ke sebuah kampung di luar kota. Dari kejauhan terlihat sebuah lentera, “Hai, Aslam, lihatlah itu, ada nyala api di sana, mari kita kesana,” ajak Umar.

Keduanya berlari-lari kecil menghampiri nyala api itu, tetapi apa yang mereka lihat?, seorang wanita sedang memasak sedangkan anak-anaknya menangis karena lapar. 

Umar Rodiyallohu 'anhu, memberi salam “Assalaamu ’alaikum!”

“Wa’alaikum salam” jawab wanita itu.

“Bolehkah saya masuk ?” pinta Umar 

“Silahkan” jawab wanita itu. 

“Sedang apa saudari, dan anak-anak itu mengapa menangis,” tanya Umar Rodiyallohu 'anhu.

“Kami kedinginan tuan, dan mereka menangis karena kelaparan” jawab wanita itu. 

“Tetapi itu apa ?, bukankah engkau sedang memasak?” tanya Umar Rodiyallohu 'anhu.

“Tidak, aku memasak hanya untuk menghibur mereka saja, agar mereka tidak menangis", Beginilah hidup kami dibawah Pemerintahan Kholifah Umar,” jawab wanita itu, dia tidak tahu bahwa yang diajak bicara itu adalah Umar bin Khottob.

Umar menoleh kepada Aslam dan mengajaknya pulang. Setelah sampai di rumah, Umar menuju gudang untuk mengambil satu karung gandum dan beberapa potong dendeng, “Angkatkanlah ini di atas punggungku, Aslam” perintah Kholifah Umar. 

“Biarlah saya yang memikul, ya Amirul Mukminin” pinta Aslam.

“Tidak?, apakah kamu mau memikul dosaku nanti di hari kiamat?” jawab Umar.

Kemudian gandum itu dipikul sendiri oleh Kholifah Umar dan diberikannya pada wanita tadi. “Biarlah saya sendiri yang memasaknya,” kata Kholifah Umar, kemudian mengaduk-aduk makanan yang ada dalam periuk, dari sela-sela jenggotnya terlihat asap tebal karena terbakar.

Setelah masakan itu matang, diturunkanlah periuk tersebut seraya meminta mangkok kosong untuk diisi makanan, kemudian diberikan mangkok tersebut kepada anak-anak dan wanita itu. Setelah terasa kenyang, anak-anak tersebut tertawa karena senang hingga akhirnya tertidur.

“Terima kasih tuan, sungguh tuan lebih baik daripada Kholifah Umat bin Khottob” kata wanita itu memuji.

“Terima kasih kembali, dan jika kamu mau datang kepada Khalifah Umar, saya ada di sana,” jawab Khalifah Umar, kemudian berpamitan.

Itulah sekilas tentang Kisah Keislaman Dan Kesederhanaan Sayyidini Umar Bin Khottab RA yang kami uutarakan semoga bermanfaat.