Mujahadah 40 harian Menyongsong Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H -->

Mujahadah 40 harian Menyongsong Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H

Wednesday, May 22, 2019

Ad1

Ad2

Mujahadah 40 harian Menyongsong Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H - Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H yang akan datang yang akan dilaksanakan di Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah (DPP PSW) dengan Alamat Pesantren Attahdzib (PA) Rejoagung Ngoro Jomang Jawa Timur Indonesia, sebagaimana yang telah diumumkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah dengan Nomor : 216/C/DPP PSW-56/VI/2019 tanggal 24 Juni 2019. Setiap 6 Bulan sekali diumumkan oleh DPP PSW melalui surat resminya. 

Seperti berulang kali diumumkan pada tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan penyongsongan Mujahadah Kubro Wahidiyah adalah suatu kegiatan yang menentukan sekali bagi kita, sekeluarga, umat dan masyarakat Jami’ Al Alamin dalam perjuangan Kesadaran Fafiruu Ilalloohi wa Rosuulihi Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam sebagaimana yang telah dibimbingkan oleh Beliu KH Abdoel Madjid Ma’roef Ra. 

Dewan Pimpinan Pusat Penyiar Sholawat Wahidiyah mengajak kita bersama untuk bersungguh-sungguh dalam mengadakan persiapan-persiapan Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H nanti. Persiapan lahiriyah dan persiapan batiniyah terutama!. Mujahadah-mujahadah yang kita jalankan di daerah masing-masing, disamping ke arah perjuangan Fafiru Ilallohi wa Rosuulihi Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam. secara umum yakni Jami’al alamin, juga supaya diarahkan untuk memohonkan bagi Mujahadah Kubro Wahidiyah yang akan datang!. 

Mujahadah 40 harian Menyongsong Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H
Mujahadah 40 harian Menyongsong Mujahadah Kubro Wahidiyah Muharram 1441 H

Situasi ekonomi umum yang agak mengalami masa paceklik ini, janganlah kita jadikan alasan untuk tidak bisa untuk mensukseskan Mujahadah Kubro Wahidiyah nanti. Malah harus kita manfaatkan yang sebaik-baiknya, justru dalam situasi prihatin itu kita makin kuat menjerit, menangis, memohon ke hadlirot Alloh swt!. Mungkin banyak terjadi atau dialami oleh sebagian pengamal Sholawat Wahidiyah di daerah-daerah, yaitu seperti pepatah “KEHENDAK HATI MEMELUK GUNUNG APALAH DAYA TANGAN TAK SAMPAI”. Ini mungkin banyak dialami oleh saudara-saudara kita pengamal Sholawat Wahidiyah dari daerah-daerah. Ingin mengikuti Mujahadah Kubro di Pusat Wahidiyah, tapi biaya dan bekalnya tidak ada. 

Dengan tetesan air mata sedu tapi tetap sabar dan ridha mereka mengikuti Mujahadah Kubro Wahidiyah di rumah masing-masing. Ini para hadirin hadirat, terutama kita-kita yang ikut dalam kepanitiaan Wahidiyah, dari pusat sampai daerah, marilah kita jadikan sebagai tanggung jawab kita bersama!. Kita mohonkan bagi mereka-mereka itu, semoga nanti pada waktu Mujahadah Kubro Wahidiyah mereka dikaruniai rizki, memperoleh bekal untuk sangu menghadiri Mujahadah Kubro Wahidiyah di Pusat Wahidiyah bersama-sama kita semua. 
Dalam Mujahadah Kubro Wahidiyah yakni Mujahadah Wahidiyah yang dilaksanakan secara berjama’ah oleh seluruh pengamal Wahidiyah dengan serempak pada setiap bulan Muharrom dan bulan Rajab. Mujahadah Kubro Wahidiyah ini sebelum dilaksanakan diadakan penyongsongan sebagia mana uraian di atas yaitu dengan melakukan Mujahadah Pengamalan 40 Hari Atau 7 Hari. 

Mujahadah Pengamalan 40 (empat puluh) hari berturut-turut atau diringkas menjadi 7 (tujuh) hari berturut-turut. Setiap hari paling sedikit menurut bilangan yang tertulis dibelakangnya dalam sekali duduk (satu kali kesempatan).  Mujahadah ini dilaksanakan oleh pengamal pemula, dan dapat dilaksanakan ulang oleh para Pengamal Wahidiyah. Boleh dilaksanakan sendiri - sendiri (munfaridan) tetapi lebih dianjurkan berjama’ah se-keluarga, se-kampung atau se-lingkungan. Dilaksanakan dengan adab dan tata cara pengamalan seperti dalam “Lembaran SHOLAWAT WAHIDIYAH” 

Waktu pelaksanaannya boleh siang, malam, pagi atau sore hari. Lebih utama jika waktunya dirutinkan/ditetapkan. Misalnya setiap ba’da sholat Maghrib, kecuali ada udzur yang lebih penting, bisa dilakukan di waktu lainnya. Usahakan dalam waktu sehari semalam (24 jam) melaksanakan satu kali khataman sesuai dengan bilangan yang tertulis dalam lembaran Sholawat Wahidiyah.

Jika pengamalan 40 hari diringkas menjadi 7 hari bilangannya dikalikan 10 kali lipat (yang 7 menjadi 70 kali, 100 menjadi 1000 kali dan seterusnya) kecuali bacaan do’a akhir (“ALLOOHUMMA BIHAQQISMIKAL A’DHOM…..” dst), bilangannya tetap seperti dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah.

Yang belum hafal atau belum bisa membaca Sholawat Wahidiyah seluruhnya, boleh mem-baca bagian-bagian mana yang sudah bisa dibaca lebih dahulu. Misalnya; membaca Fatihah saja, atau membaca “YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH” diulang berkali-kali selama kira-kira sama waktunya jika mengamalkan Sholawat Wahidiyah secara lengkap, yaitu lebih kurang 30/35 menit. Kalau itupun belum mungkin, boleh berdiam saja selama waktu yang sama, dengan memusatkan hati dan perhatian (berkonsentrasi) kepada Alloh Shubhanahu Wa Ta’ala, dan memuliakan serta menyata-kan rasa cinta semurni-murninya dengan rasa istihdlor di hadapan Junjungan kita Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam. 
Selesai 40 hari atau 7 hari, pengamalan supaya diteruskan. Bilangannya bisa dikurangi sebagian atau seluruhnya, namun lebih utama jika diperbanyak. Boleh mengamalkan sendiri -sendiri, akan tetapi berjama’ah bersama keluarga dan masyarakat se-kampung di-anjurkan. Para Pengamal Wahidiyah dianjurkan seringkali mengulangi pengamalan 40 hari atau diringkas menjadi 7 hari, sendirian atau berjama’ah se keluarga /se kampung / se lingkungan. Syukur kalau setiap khatam diulangi lagi dan seterusnya.

Bagi Wanita yang sedang udzur cukup membaca sholawatnya saja tanpa membaca Fatihah. Adapun Fafirruu Ilalloh dan Waqul Jaa Al haqqu Wazahaqol Baathil Innal Bathilakana Zahuqo“ boleh dibaca, sebab di sini dimaksudkan sebagai do’a.

PENTING :

Setiap Pengamal Wahidiyah dianjurkan ikut serta menyiarkan Sholawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah tanpa pandang bulu, dengan ikhlas, bijaksana sesuai bimbingan Muallif Sholawat Wahidiyah RA., antara lain : 

Memberikan keterangan tentang faedah dan dasar Sholawat Wahidiyah disertai penjelasan tata cara pengamalannya, seperti dalam Lembaran Sholawat Wahidiyah.

Memberikan dorongan agar segera mengamal-kan Mujahadah 40 hari atau 7 hari, dengan sendiri atau berjama’ah. Usahakan mendampingi beberapa hari atau sampai khatam.
Memberitahukan dan mengarahkan kepada pengurus PSW setempat/ terdekat untuk pembinaan selanjutnya.

Dalam Mujahadah Penyongsongan 40 hari ini selaras dengan hadist Rosuulillah Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam

مَامِنْ عَبْد ٍيُـخْـلِـصُ ِللهِ الْعَمَلَ أَرْبَعِيْنَ يَوْ مًا إِلاَّظَهَرَتْ يَنَابِيْعُ الْحِكْـمَةِ مِنْ قَلـْبِهِ عَلَى لِسَانِهِ. 
(رواه ابن عدى وابن الجوزى عن ابى موسى الأشعرى)

“Tidaklah seseorang hamba yang beramal dengan ikhlas LILLAH selama 40 hari, melainkan keluarlah berbagai sumber hikmah (mutiara hikmah) pada lisannya yang keluar dari dalam lubuk hatinya”. (H.R. Ibnu ‘Adi dan Ibnul Jauzi dari Abi Musa Al Asy’ari).

Dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin juga mengulas hadist tersebut kurang lebih di halaman 456. Dan ulama’ atau kita lain.

Mari kita sebagai insan yang senantiasa berusaha menjalankan sunnah Rosuulillah Sholallohu ‘alaihi Wa Sallam untuk berusaha sekuat mungkin melaksanakan sunnahnya, dan benar-benar kita termasuk diakui sebagai umat beliau yang khusus.