|
A |
bu Bakar Ash-Shiddiq Rodliyalloohu'anhu,
adalah orang pertama yang mempercayai Kenabian dan Kerasulan Rosululloh Shollalohu'alaihi wa sallam, dari kalangan kaum pria.
Beliau adalah salah satu dan yang pertama dari Kholafaaur Rosyidiin. Beliau
sahabat yang selalu setia menyertai Rosululloh Shollalohu'alaihiwasallam,
ketika berhijrah ke Madinah, yang ikut
menegakkan dan memperjuangkan agama Alloh, yaitu agama Islam hingga akhir
hayatnya.
Abu Bakar lebih unggul dari sahabat yang unggul,
lebih utama dari sahabat yang utama sekalipun. Kepribadian dan keimanannya
lebih unggul dari para sahabat yang lain, sehingga sangat dihormati oleh
Ro-sululloh Shollalohu'alaihi wasallam.
Dalam kitab Mustadrak
Al-Hikam dan Musnad Al Bazzar disebutkan sebuah hadits dengan sanad
yang baik dari Zaid bin Arqom Rodliyalloohu'anhu, bahwa suatu ketika Abu
Bakar Rodliyalloohu'anhu, meminta seteguk air sebagai pelepas dahaga.
Maka dihidangkan kepadanya semangkok air yang diberi madu. Ketika mangkok
berisi air bercampur madu menyentuh bibir Abu Bakar Rodliyalloohu'anhu,
seketika itu beliau menangis dan urung meminumnya. Orang-orang yang ada di
sekitarnya terharu menyaksikan pemandangan tersebut sehingga mereka turut
menangis. Sejenak tangis mereka reda, namun tangis Abu Bakar tetap terdengar,
bahkan lebih memilukan. Akhirnya para sahabat yang lain kembali ikut menangis.
Selang beberapa lama mereka semua berhenti menangis. Kemudian mereka bertanya kepada Abu Bakar Rodliyalloohu'anhu : “Wahai Abu Bakar, Kholifah Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam, mengapa anda menangis ?” Abu Bakar Rodliyallohu ’anhu menjawab : “Pernah suatu ketika aku hanya berdua dengan Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam. Beliau bersabda yang dari nadanya agak tertuju kepada seorang wanita : “Hai, enyahlah engkau dariku, enyahlah !”.
Maka aku bertanya kepada
Beliau : “Yaa Rosuulalloh, sesungguhnya engkau berkata kepada siapa ? Bukankah
di sini tidak ada orang lain selain aku ?”
Beliau Shollallohu 'alaihi Wasallam,
bersabda : “Sesungguhnya dunia ini menampakkan diri bersolek di hadapanku. Maka
aku berkata kepadanya : “Enyah-lah engkau dariku ! Enyahlah engkau dariku !”
Lalu dunia itu berkata : “Sekalipun engkau wahai Nabi, dapat lolos dariku,
tetapi orang-orang setelah engkau sama sekali tidak akan lolos dari godaanku”.
Kanak-kanak, Rosululloh Shollallohu'alaihiwasallam
adalah Kekasih Alloh yang selalu terjaga dari perbuatan dosa dan
ma’siat lahir dan batin. Sekalipun begitu dunia masih menggodanya ingin menjerumuskan
Beliau Shollalohu'alaihi wasallam ke lembah kesengsaraan. Apalagi kita
sebagai manusia biasa. Setiap saat, setiap detik pasti selalu digoda dan ditipu
daya Iblis dan nafsu. Namun kebanyakan dari kita tidak terasa.
Oleh karena
itu, di dalam membentengi diri dari cengkeraman Iblis dan nafsu, kita harus
memperbanyak mujahadah, baik mujahadah secara lahiriyah ataupun secara sirri. Disamping mujahadah kita harus membentengi diri
dengan menerapkan Ajaran Wahidiyah, Lillah Billah, Lirrosul-Birrosul,
dan Lilghouts-Bilghouts. Karena dengan penerapan Ajaran Wahidiyah, dan
bermujahadah dengan ikhlas semata-mata niat beribadah kepada Allah, tanpa
pamprih dan di jiwai sadar Laa haula
Walaa Quwwata Illa Billah maka Iblis dan nafsu tidak akan berdaya. Ingat Semboyan Iblis di
hadapan Alloh Subhanahu Wata'ala ketika dia terkena sabda “sesat”.
Sebagaimana difirmankan Alloh Subhaanahu Wata'ala dalam Al-Qur’an, Surat
15 - Al-Hijr, ayat 39 – 40 :
قــَالَ رَبّ ِ بــِمَآ أ َغــْوَيــْتــَنِى
َلأ ُزَيــّـِنَنَّ لــَهُمْ فِى اْلأ
َرْض ِ
وَ َلأ
ُغــْو ِيَنــَّهــُمْ أ َجْمَعِيْنَ * إ
ِلا َّ عِبَادَك َ مِنْهُمُ الــْمُخْلــَصِيْن *
“Iblis berkata : “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah
memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’si-at) di muka bumi
dan pasti aku akan menye-satkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang
mukhlish”.
Yang dimaksud mukhlishiin
ialah orang-orang yang senantiasa sadar “Lillah Billah, Lir-Rosul –
Bir-Rosul…” dan seterusnya, istilah Wahidiyah. Singkat kata yang menerapkan
Ajaran Wahidiyah.
Oleh karenanya, mari kita tingkatkan Mujahadah kita
dan penerapan Ajaran Wahidiyah yang telah dibimbing-kan kepada kita oleh Hadlrotus Syekh
mBah Yahi Muallif Sholawat Wahidiyah,
Rodliyalloohu'anhu, dengan sungguh-sungguh lahir dan
batin.
Mari kanak-kanak ! Kita
mohonkan pula ayah ibu dan nenek moyang kita terutama yang telah kembali ke
alam baka. Mereka sudah tidak bisa amal apa-apa, hanya menuai amal perbuatannya
sendiri ketika masih hidup dulu. Kecuali jika anak cucunya mau memohon-kan
ampunan kepada Alloh Subhanahu Wata'ala dan syafa’at kepada Rasululloh
Shollalohu'alaihiwasallam.
Al- Faatihah 3 X
Alloohumma Yaa Wahidu
Yaa Ahad ….. 3 X
Alloohumma Kamaa Anta
Ahluh….. ……. 1 X
Yaa Syafi’al
Kholqis-sholaatu Wassalaam, 3 X
Yaa Sayyidii Yaa
Rosuulallooh 7 X
Yaa Ayyuhal Ghoutsu … 3 X
Al Faatihah 1 X

Posting Komentar
0Komentar