Diriwayatkan
bahwa, ada seorang pemuda datang kepada Rosululloh Shollallohu 'alaihi
Wasallam yang sedang duduk bersama para sahabatnya di masjid. Sambil
menangis, pemuda itu berkata kepada Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam
“Yaa Rosululalloh ! Ayahku telah meninggal dunia dan aku tidak mempunyai kafan,
serta tidak mendapatkan orang yang memandikan mayat ayahku”
Kemudian Rosululloh Shollallohu
'alaihi Wasallam memerintahkan Abu Bakar dan Umar Rodliyallohu ’anhuma,
pergi ke rumah pemuda itu. Tidak beberapa lama, kemudian kembalilah dua sahabat
itu memberi-tahukan kepada Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam,
bahwa mayat yang dilihatnya berupa babi hitam. Bangunlah Rosululloh pergi untuk
menyaksikan sendiri keadaan yang ganjil itu. Setelah melihat wajah si mayit,
berdo’alah Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam.
Setelah berdo’a, kembalilah wajah si
mayat seperti sedia kala. Sesudah dimandikan dan disholati, dibawanya ia ke
kuburan untuk dikebumikan. Ternyata ketika hendak dimasukkan liang lahat,
kembalilah wajah si mayit menjadi babi hitam lagi.
Bertanyalah
Rosululloh kepada pemuda putra si mayit. “Apa yang telah diperbuat ayahmu di
dunia ?”
“Ia meninggalkan sholat.” Jawab si
pemuda
Kembali Rosululloh berkata kepada para
saha-batnya : “Lihatlah keadaan orang yang meninggalkan sholat. Baru akan
dimasukkan ke liang lahat, telah di siksa oleh Alloh berupa babi hitam, dan
akan dibangkitkan kembali kelak di hari kiamat berbentuk babi hitam” Na’uudzu
Billaahi min dzaalik.
Kanak-kanak, kalian semua
harus mengerjakan sholat secara rutin, artinya sehari semalam 5 waktu jangan
sampai tertinggal. Bersabda Rosululloh Shollal-lohu 'alaihi Wasallam
:“Sholat adalah tiang agama, barangsiapa menegakkan sholat, ia telah
mene-gakkan agama, dan barangsiapa meninggalkannya ia telah merobohkan agama”
Disamping ajaran BILLAH, Wahidiyah juga mengajarkan
ajaran LILLAH, dimana setiap syari’at / ajaran Islam, harus tetap
dijalankan, misalnya sholat, zakat bila sudah wajib, puasa Ramadlan, mengaji,
tahlilan, dsb. Walaupun Hadlrotul Mukarrom mBah Yai Abdoel Majid Ma’roef
Muallif Sholawat Wahidiyah tidak menyuruh secara langsung kepada kita tentang
sholat dan lain-lain, Beliau sendiri mengajarkan Lillah-Billah,
Lir-rosul-Birrosul, Lilghouts-Bilghouts, dan sebagainya. Sedangkan Lillah
adalah realisasi dari Syariat dan Billah adalah realisasi dari hakikat.
Jadi penerapan Lillah tidak akan sempurna jika tidak melaksanakan sholat
dan kewajiban-kewajiban syari’at lainnya.
Bersabda Rosululloh Shollallohu
'alaihi Wasallam : “Sesungguhnya kejahatan orang yang
meninggalkan sholat dapat menjalar sampai kepada 70 orang dari kerabatnya dan
para tetangganya, bahkan bisa sampai ke zaman Nabi Adam ‘Alahis sallam”. Karena
orang yang bersholat dalam tasyahudnya ia membaca “ASSA-LAMU ALAIKA WA-‘ALAA
IBAADILLAHISH-SHOOLI-HIIN” maka sampailah pahalanya kepada roh-roh orang
muk-min dari hari ini hingga zaman Nabi Adam ‘Alaihis sallam. Jadi orang
yang meninggalkan sholat, berarti mencegah sampainya pahala itu, sehingga ia
seakan-akan melimpahkan kejahatannya kepada mereka.
Oleh karena itu, kanak-kanak harus
mau belajar sholat, dari syarat-rukun dan cara pelaksanaannya yang benar.
Kemudian melakukannya dengan sebaik-baik-nya. Baik cara wudlu, bacaan, tata
cara pelaksanaan-nya supaya dilakukan dengan setepat-tepatnya, disam-ping
selalu berlatih menerapkan Lillah-Billah, Lir-Rosul, Bir-Rosul dan
seterusnya. Agar sholat bisa terlaksana dengan baik lahir batin, disamping
mempelajari ilmu-nya juga supaya didukung dengan mujahadah-mujaha-dah
Wahidiyah, untuk mendapatkan hidayah dari Alloh Subhanahu Wata'ala,
syafa’at-tarbiyah Rosululloh Shol-lalohu 'alaihiwasallam serta barokah-nadhroh
Ghoutrsi Haadzaz Zaman, Rodliyalloohu'anhu.
Mari kanak-kanak kita praktekkan
mujahadah kita dengan adab lahir batin yang sebaik-baiknya !
Al Faatihah 1 X
Yaa Syafi’al Kholqis-sholaatu
Wassalaam,….. 3X
Yaa Sayyidii Yaa Rosuulallooh 7X
Yaa Ayyuhal Ghoutsu … 3 X
Al
Faatihah 1X

Posting Komentar
0Komentar