RIZKI DARI ALLAH

Wahidiyah Demak
By -
0

Diriwayatkan oleh Syekh Imam Ahmad : bahwa tatkala Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam, menikah dan membawa istrinya ke rumah, Beliau mengadakan suatu walimah yang dihadiri oleh beberapa sahabat. Dalam walimah itu sambil menikmati hidangan yang seadanya, para sahabat ber-bincang-bincang satu dengan yang lain. Sedangkan Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam melaksanakan sholat di kamar. Setelah selesai dari sholatnya, Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam keluar dan bertanya kepada para sahabat : “Tentang apa yang kamu perbincangkan ?” “Tentang rizki, yaa Rosulalloh” Jawab para sahabat.

          Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam kemudian menceritakan kepada para sahabat suatu cerita yang diceritakan kepadanya oleh Malaikat Jibril.

“Pada suatu hari Nabi Sulaiman ‘Alaihissalam sedang melakukan sholat di tepi laut. Beliau melihat seekor semut berjalan sambil menggigit selembar daun hijau di mulutnya. Dilihatnya semut itu berteriak sesampainya di tepi laut. Beberapa saat kemudian keluarlah seekor katak. Tanpa menunggu perintah katak tersebut  menyambut dan membawanya menyelam ke dalam air laut.

          Setelah beberapa lama, keluarlah si semut tera-pung di atas air. Nabi Sulaiman ‘Alaihis salam bertanya “Apa yang kamu lakukan di dasar laut”

          Dijawab oleh si semut “Di dasar laut terdapat batu besar, yang di tengah-tengahnya hidup seekor ulat yang rizkinya (makanannya) oleh Alloh diserahkan padaku. Setiap hari aku membawa makanan dua kali, diantar oleh malaikat yang menjelma menjadi seekor katak yang membawa aku sampai ke dasar laut. Kemudian setelah aku memberi makan kepada ulat itu, aku dibawa kembali ke permukaan laut. Setiap kali sehabis makan rizki yang aku bawakan, si ulat bersyukur kepa-da Alloh Subhanahu wata’ala, dengan berkata : “Maha Besar Engkau yaa Alloh, yang telah menciptakan aku serta menakdirkan aku hidup di dasar laut ini, tetapi tidaklah Engkau melupakan rizki-ku. Aku hanyalah seekor ulat tidak dilupakan rizkiku. Mungkinkah Engkau akan melupakan ummat Muhammad Rosululloh Shol-lallohu 'alaihi Wasallam dari pemberian rizki ?”

         

          Dari hikayah tersebut dapat kita ambil hikmah-nya. Antara lain kita harus berkeyakinan dengan sesungguhnya bahwa segala sesuatu yang diciptakan Alloh Subhanahu Wata'ala tidak akan lepas dari pemeliharaan-Nya. Termasuk di bidang rizkinya.

          Oleh karena itu kita jangan sekali-kali mengkhawatirkan tidak dijamin oleh Alloh Subhanahu Wata'ala lebih-lebih ketika kita ikut serta dalam perjuangan kesa-daran kepada-Nya.

          Dalam pengajian Ahad pagi, tepatnya pada hari Ahad Pahing, tanggal 1 Dzulhijjah 1397 H/ 13 November  1977  M, amanat Beliau, Asy-Syekh Muallif Sholawat Wahidiyah, Rodliyalloohu'anhu, antara lain sebagai berikut :  Mari para hadirin hadirot mengadakan kemajuan yang sebanyak-banyaknya ! Dan kita maju dalam soal ini para hadirin hadirot, tidak akan mengganggu bidang yang lain, bidang rumah tangga, ekonomi dan lain-lain ! Insya Alloh kita maju di dalam berjuang FAFIRRUU ILALLOH WAROSUULIHI Shollallohu 'alaihi wasallam, Insya Alloh ekonomi kita diberi barokah, hadirin hadirot !.

ÙˆَÙ…َÙ†ْ يــَتــَّÙ‚ ِ الله َ ÙŠَجْعَÙ„ْ  لــَÙ‡ُ Ù…َخــْرَجًا ÙˆَيــَرْزُقـــْÙ‡ُ Ù…ِÙ†ْ Ø­َÙŠْØ«ُ لا َ ÙŠَØ­ْتــَسِبُ ( اتطلاق 3 )

     “Siapa yang sungguh-sungguh taqwa pada Alloh Subhanahu Wata'ala pasti dikeluarkan dari jalan yang buntu, dari kesulitan-kesulitan dan diberi rizqi yang sebanyak-banyaknya, dari jurusan yang tidak diduga-diduga”.

      Itu para hadirin hadirot, sumpahnya Alloh kepada kita para manusia.

 

Al Faatihah                                            1 X

Yaa Syafi’al Kholqis-sholaatu Wassalaam,…..3X

Yaa Sayyidii Yaa Rosuulallooh                      7X

            Yaa Ayyuhal Ghoutsu …                             3 X

Al Faatihah                                                    1X

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)