8 Tips Membeli Produk Agar Calon Konsumen Tidak Salah Pilih -->

8 Tips Membeli Produk Agar Calon Konsumen Tidak Salah Pilih

Saturday, June 22, 2019

Ad1

Ad2

8 Tips Membeli Produk Agar Calon Konsumen Tidak Salah Pilih

8 Tips Membeli Produk Agar Calon Konsumen Tidak Salah PilihBisnis Online tidak terlepas dari transaki yang butuh kehati-hatian, butuh saling percaya antara penjual dengan pembeli, sebagiamana Rosululloh memberikan tuntunan kepada kita semua dalam urusan berdagang.

Dalam salah satu hadist yang pernah diriwayatkan oleh beliau Imam Bukhori dari shohabat Jabir bahwa : “Pedagang yang baik adalah pedagang yang mudah dalam membeli dan mudah dalam menjual.” (HR. Bukhari, dari Jabir)

Dalam perdagangan atau bisnis yang kami jalankan ; bisnis Minyak Totok Ajaib, Minyak saraf ajaib Dahsyat, Alat Terapi Kesehatan, Alat Deketsi Kesehatan semisal Hand Accupunture atau hand akupuntur, akupuntur pen berusaha sekuat mungkin bisa meniru Beliau Rosuulillah Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam. sebagimana cerita beliau di usianya yang baru menginjak 25 tahun, Nabi Muhammad saw. sudah menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur yang sukses, cemerlang, kaya raya, dan berdagang ke luar negeri lebih dari 18 kali. Maka tidak heran jika emas kawin yang diberikan Nabi Muhammad saw. untuk Khadijah tidak tanggung-tanggung; 20 ekor unta dan 12,4 ons emas. Sebuah mas kawin yang besar sekali pada saat itu, bahkan pada hari ini.

hand akupuntur, pusat alat kesehatan 8 Tips Membeli Produk Agar Calon Konsumen Tidak Salah Pilih
8 Tips Membeli Produk Agar Calon Konsumen Tidak Salah Pilih

Sudah lama dalam Jiwa mandiri Nabi Muhammad saw. sudah terbentuk sedari belia. Pada waktu usia kanak-kanak, beliau sudah menjadi penggembala kambing untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada Saat berumur 12 tahun, Nabi Muhammad sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam. pertama kali belajar bisnis atau belajar berdagang. Beliau diajak pamannya Abu Thalib untuk ikut dalam rombongan dagang ke Syam (saat ini Suriah).

Sejak pada saat itu, Beliau Nabi Muhammad sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam. semakin menekuni dunia usaha atau dagang. Merujuk buku Muhammad A Trader, Nabi Muhammad saw. sudah menjadi pemimpin kafilah dagang ke luar negeri pada saat usianya baru 17 tahun. Ia berdagang hingga ke 17 negara lebih. Diantaranya Syam, Yordania, Bahrain, Busra, Irak, Yaman, dan lainnya. 

Dari situ timbul pertanyaan, apa saja yang menyebabkan Nabi Muhammad saw. bisa menjadi pengusaha yang cemerlang dan berhasil memenangkan persaingan pasar?

Buku Marketing Muhammad dikupas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika ingin sukses menjadi pedagang, pengusaha, atau entrepreneur seperti Nabi Muhammad saw. Pertama, melakukan segmentasi, menetapkan target pasar (targeting), dan positioning. Sebelum menjajakan suatu barang, Nabi Muhammad saw. memiliki pengetahuan yang mendalam tentang kebiasaan, cara hidup, cara makan dan minum, serta kebutuhan yang diperlukan masyarakat setempat. Ia berhasil melakukan segmentasi sehingga ketika datang ke kota A maka barang-barang yang dibawa adalah ini dan itu. Ketika datang ke kota B maka barang yang dibawa lain lagi. Dan seterusnya.

Nabi Muhammad saw. juga mahir dalam melakukan targeting. Ia tidak hanya memasuki satu segmen saja, ia memasuki semua segmen yang ada dalam masyarakat semenanjung Arab. Mulai dari budak hingga kalangan elit kerajaan, bahkan sang raja. Di samping itu, Nabi Muhammad saw. adalah seorang yang pintar dalam memosisikan diri dimanapun dia berada. Ia tidak pernah mengecewakan pelanggannya. Ia juga sangat menghormati pelanggannya, baik yang dewasa atau pun remaja.

Kedua, selalu melakukan diferensiasi, bauran pemasaran, dan memiliki prinsip dalam menjual. Nabi Muhammad saw. adalah orang yang berpikiran out of the box. Ia berdagang dengan cara-cara yang beda, tidak konvensional digunakan pedagang lainnya pada saat itu. Terkait masalah ini, ada dua strategi atau cara yang dilakukan Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam., yaitu menjalin hubungan yang baik (silaturahim) dengan pelanggannya dan melakukan ekspansi usaha ke berbagia wilayah lain, bukan hanya satu wilayah saja atau sebagian wilayah saja.

Yang tidak kalah penting, Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam. selalu menjelaskan kekurangan dan kelebihan barang dagangannya dengan sifat jujur kepada para pelanggannya. Mematok harga sesuai dengan nilai komoditasnya dan tidak melakukan perang harga dengan pedagang lainnya.   

“Janganlah kamu menjual menyaingi penjualan saudaramu.” Kata Beliau Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam. dalam sebuah hadist riwayat Buhari.

Beliau Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam. juga memiliki prinsip-prinsip manakala menjual barang dagangannya. Diantaranya adalah tidak menipu dalam mendeskripsikan barang dagangannya, tidak bersumpah yang berlebihan, jujur dalam timbangan dan takaran, serta tidak memonopoli komoditas. 

Ketiga, melakukan branding dan pelayanan yang baik. Nabi Muhammad saw. dikenal sebagai masyarakat Arab sebagai pribadi yang jujur dan bisa dipercaya sehingga ia mendapatkan julukan al-Amin. Personal branding ini tidak didapat secara singkat dan ujug-ujug, melainkan dalam waktu yang lama. Karena memiliki brand dapat dipercaya, banyak investor yang berinvestasi kepada Nabi Muhammad saw.

Maka tidak heran jika Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam. kerap kali berdagang tanpa modal sepeser pun, alias menjualkan barang dagangan orang lain dengan imbalan bagi hasil. Hal itulah yang menghantar Nabi Muhammad Sholalohu ‘Alalaihi Wa Sallam. menjadi seorang pengusaha atau pedagang yang jujur, profesional, dan disegani siapapun dimanapun beliau berada.    

Beliau Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam. juga memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggannya. Beliau sangat ramah dan menghormati pelanggannya. Bahkan, Beliau Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam. mendahulukan kepentingan pelanggannya atas dirinya sendiri. Soal ini, ada sebuah cerita menarik. 

Suatu ketika Adullah bin Abdul Hamzah membeli suatu barang dari Nabi Muhammad saw. dan ia berjanji akan menemui Nabi Muhammad saw. di suatu tempat karena ada urusan tertentu. Naasnya, Abdullah lupa kalau punya janji dengan Nabi Muhammad saw. Tiga hari setelahnya, dia baru ingat dan langsung ke tempat tersebut untuk menemui Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam. Beliau terbelalak karena Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam. masih ada di tempat itu. 

Keempat, jujur, ikhlas, dan profesional. Dalam berdagang, Rasulullah mengedepankan sikap jujur, ikhlas, dan profesional. Maksudnya, tidak pernah membohongi pelanggannya dan ikhlas menjalankan usahanya. Meski demikian, Rasulullah adalah seorang yang profesional. Ia selalu mencari cara yang beda dan baru dalam menjual barang dagangannya. 

Dalam cerita sebagaimana yang kami utarakan di atas, sebagai dasar kami untuk melakukan bisnis atau wirausaha ; bisnis Minyak Totok Ajaib, Minyak saraf ajaib Dahsyat, Alat Terapi Kesehatan, Alat Deketsi Kesehatan semaksimal mungkin dengan mencontoh beliau Rosuulillah Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam. 

Disamping itu kami juga dalam bidang kualitas, kuantitas barang sangatlah terjamin, sebagimana kami menjualproduk yang benar-benar berkualitas dan juga kuantitas terjamin. Begitujuga dengan masalah harga, kami sesuaikan dengan harga pada umumnya dan sesuai dengan barangnya. 

Adapun untuk layanannya sebagaimana penjual yang lain dan lebih ramah kepada pembeli dan berusaha menerapkan apa yang telah tuntunkan beliau Rosuulillah Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam sebagimana keterangan di atas tadi. Kami sebagai mansia biasa tentunya banyak kesalahan dan kekurangan dalam kami berwirausaha dalam beberapa produk Minyak Totok Ajaib, Minyak saraf ajaib Dahsyat, Alat Terapi Kesehatan, Alat Deketsi Kesehatan.