Siksaan Orang yang Meninggalkan Sholat -->

Siksaan Orang yang Meninggalkan Sholat

Sunday, November 17, 2019

Ad1

Ad2

Siksaan Orang yang Meninggalkan Sholat - Sholat merupakan salah satu rukun Islam diantara 5 perkara yaitu: Syahadat: menyatakan kalimat tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad itu utusan Allah, Shalat : ibadah sembahyang lima waktu sehari, Saum: berpuasa dan mengendalikan diri selama bulan suci Ramadan dan seterusnya.

Dalam kesempatan kali ini akan Wahidiyahdemak.com menyajikan tentang Siksaan Orang yang Meninggalkan Sholat karena sholat merupakan salah satu dari Rukun Islam.

Siksaan Orang yang Meninggalkan Sholat
Siksaan Orang yang Meninggalkan Sholat

Diriwayatkan bahwa, ada seorang pemuda datang kepada Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam yang sedang duduk bersama para sahabatnya di masjid. Sambil menangis, pemuda itu berkata kepada Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam :

“Yaa Rosululalloh ! Ayahku telah meninggal dunia dan aku tidak mempunyai kafan, serta tidak mendapatkan orang yang memandikan mayat ayahku

Kemudian Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam memerintahkan Abu Bakar dan Umar Rodliyallohu ’anhuma, pergi ke rumah pemuda itu. Tidak beberapa lama, kemudian kembalilah dua sahabat itu memberi-tahukan kepada Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam, bahwa mayat yang dilihatnya berupa babi hitam. 

Bangunlah Rosululloh pergi untuk menyaksikan sendiri kea-daan yang ganjil itu. Setelah melihat wajah si mayit, berdo’alah Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam. Baca Juga : Rizki Pemberian Allah Shubhanahu Wa Ta'ala

Setelah berdo’a, kembalilah wajah si mayat seperti sedia kala. Sesudah dimandikan dan disholati, dibawanya ia ke kuburan untuk dikebumikan. Ternyata ketika hendak dimasukkan liang lahat, kembalilah wajah si mayit menjadi babi hitam lagi.

Bertanyalah Rosululloh kepada pemuda putra si mayit. “Apa yang telah diperbuat ayahmu di dunia ?” “Ia meninggalkan sholat.” Jawab si pemuda.

Kembali Rosululloh berkata kepada para saha-batnya : 

“Lihatlah keadaan orang yang meninggalkan sholat. Baru akan dimasukkan ke liang lahat, telah di siksa oleh Alloh berupa babi hitam, dan akan dibang-kitkan kembali kelak di hari kiamat berbentuk babi hitam” Na’uudzu Billaahi min dzaalik.

Kanak-kanak, kalian semua harus mengerjakan sholat secara rutin, artinya sehari semalam 5 waktu jangan sampai tertinggal. Bersabda Rosululloh Shollal-lohu 'alaihi Wasallam : 

“Sholat adalah tiang agama, barangsiapa menegakkan sholat, ia telah menegakkan agama, dan barangsiapa meninggalkannya ia telah merobohkan agama"

Disamping ajaran BILLAH, Wahidiyah juga meng-ajarkan ajaran LILLAH, dimana setiap syari’at / ajaran Islam, harus tetap dijalankan, misalnya sholat, zakat bila sudah wajib, puasa Ramadlan, mengaji, tahlilan, dsb. Baca Juga : Kapal Besar kerajaan Demak Bintoro

Walaupun Hadlrotul Mukarrom mBah Yai Abdoel Majid Ma’roef Muallif Sholawat Wahidiyah tidak menyuruh secara langsung kepada kita tentang sholat dan lain-lain, Beliau sendiri mengajarkan Lillah-Billah, Lir-rosul-Birrosul, Lilghouts-Bilghouts, dan sebagainya. 

Sedangkan Lillah adalah realisasi dari Syariat dan Billah adalah realisasi dari hakikat. Jadi penerapan Lillah tidak akan sempurna jika tidak melaksanakan sholat dan kewajiban-kewajiban syari’at lainnya.

Bersabda Rosululloh Shollallohu 'alaihi Wasallam : 

“Sesungguhnya kejahatan orang yang meninggalkan sholat dapat menjalar sampai kepada 70 orang dari kerabatnya dan para tetangganya, bahkan bisa sampai ke zaman Nabi Adam ‘Alahis sallam”. 

Karena orang yang bersholat dalam tasyahudnya ia membaca “ASSA-LAMU ALAIKA WA-‘ALAA IBAADILLAHISH-SHOOLI-HIIN” maka sampailah pahalanya kepada roh-roh orang muk-min dari hari ini hingga zaman Nabi Adam ‘Alaihis sallam. Jadi orang yang meninggalkan sholat, berarti mencegah sampainya pahala itu, sehingga ia seakan-akan melimpahkan kejahatannya kepada mereka.

Oleh karena itu, para pembaca yang budiman harus mau belajar sholat, dari syarat-rukun dan cara pelaksanaannya yang benar. Kemudian melakukannya dengan sebaik-baik-nya. Baik cara wudlu, bacaan, tata cara pelaksanaan-nya supaya dilakukan dengan setepat-tepatnya, disam-ping selalu berlatih menerapkan Lillah-Billah, Lir-Rosul, Bir-Rosul dan seterusnya. 

Agar sholat bisa terlaksana dengan baik lahir batin, disamping mempelajari ilmu-nya juga supaya didukung dengan mujahadah-mujaha-dah Wahidiyah, untuk mendapatkan hidayah dari Alloh Subhanahu Wata'ala, syafa’at-tarbiyah Rosululloh Shol-lalohu 'alaihiwasallam serta barokah-nadhroh Ghoutrsi Haadzaz Zaman, Rodliyalloohu'anhu.

Mari kanak-kanak kita praktekkan mujahadah kita dengan adab lahir batin yang sebaik-baiknya !