Talqin "Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh" -->

Talqin "Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh"

Tuesday, November 17, 2015

Ad1

Ad2



Pada tahun 1975, Mbah Lurah Putri  (Dongkol) yang sudah tua dari Desa Poko Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan Jawa Timur, menderita sakit keras kondisinya sangat gawat, sudah hampir kurang lebih 3 (Tiga) bulan sering mengalami Naza’. Berbagai usaha keluarga telah ditempuh antara lain; mengadakan gerakan membaca Surat Yasin berkali-kali diadakan. Dan selain itu ditalqindengan “Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un atau “Alloh-Alloh” oleh anak cucu secara bergiliran. Namun keadaan Mbak Lurah Putri tetap dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Pada suatu hari, cucunya yang bernama Salamah umur 9 tahun seperti tidak ada kesengajaan tahu-tahu kedengaran membaca “Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh” sepontan Mbak Lurah Putri yang sudah berhari-hari yang selalu memejamkan mata mendengar suara cucu Salamah membaca “Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh” tersebut, lalu membuka matanya dan bertanya : Iku mangu suarane Sopo?. Putrane Mbah salamah seorang yang menungguhi. Kon mrene yedek aku kene. Seng Kok woco mau duk, kon penak rasane, aku warahono duk. Maka Salamah pun membaca dan menuntunnya dengan bacaan “Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh”. dengan lancar bacaan ini diikuti oleh Mbak Lurah Putri yang sekarang sudah melek bahkan sudah bisa duduk, lalu berwasiat : “Kabeh anak putuku ora usah werno-werno, mondoko menyang Jombang wahe”. Begitu kurang lebih isi wasiat.
Pondok Jombang yang dimaksud adalah Pondok PA Rejoagung Ngoro JOmbang dibawah asuhan K. Ihsan Mahin. Beberapa saat setelah berwasiat Mbak Lurah Putri yang sudah tinggal Tulang Kulit, sangkeng lamanya sakit dan sudah sangat lanjut usia itu, lesannya terus bergerak-gerak membaca dengan terputus-putur tapi jelas “Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh”.
Akhirnya, dengan tenang dan kelihatan wajahnya terseyum, kembali untuk memenuhi panggilan menghadap Alloh Shubhanahu wa Ta’ala. “Innalillahi Wa innalillahi Rojiuun”.
Sementara itu salah seorang anaknya ada yang belum datang, sebab pergi ke Pondok PA Rejoagung oleh Bapak K. Ihsan Mahin juga disurah menuntun dengan “Yaa Sayyidii Yaa Rosuulalloh”, ternyata tugas itu sudah dilaksanakan oleh cucunya yang bernama Salamah tersebut dengan Izin Alloh.

Kedunglo, 01 Maret 1988
Badan Pembina Kanak-Kanak Wahidiyah Pusat